Selasa, 25 Oktober 2011

Mengapa Ada Teroris?


Teroris merupakan sosok manusia yang sangat meresahkan dan sudah patutnya diberantas dan dihukum seberat-beratnya. Teroris-teroris ini tidak segan untuk mengobankan teman, keluarga, dan anak kecil untuk melampiaskan keinginannya yang sesat dan tidak manusiawi. Di Indonesia kemunculan teroris sudah sangat lama dan sampai sekarang masih saja belum terselesaikan. Karena ulah teroris inilah ekonomi negara kita hampir hancur dan semua orang asing takut untuk datang ke Indonesia. Selain itu, warga negara Indonesia sendiri sampai tidak berani kemana-mana karena takut terkena bom.

Berikut yang perlu kita ketahui tentang Teroris:


ð  Strategi Teror

Dalam kata terorisme, ada kata “Teror”. Para teroris melakukan teror agar seluruh manusia di dunia diliputi oleh ketakutan. Mereka melakukan serangan bom di tempat-tempat umumagar bisa melukai banyak orang. Mereka juga menyandera dan bisa saja membunuh orang-orang tidak bersalah yang dipilih secara acak. Cara ini adalah cara radikal untuk mendapatkan perhatian banyak orang. Semua orang pasti akan merasa takut dan berpikir: “Bisa saja saya yang akan menjadi korban berikutnya”.

ð  Pemerasan

Terorisme sudah ada sejak abad ke-19. Sebelumnya sudah ada pembunuhan yang besifat politis; raja atau menteri yang dibunuh oleh kaum pemberontak yang membenci pemerintahan. Teroris saat itu tahu bahwa car terbaik untuk mengguncangkan kekuasaan adalah dengan menyerangnya secara brutal. Akibatnya, terjadilah pemerasan yang membuat negara goyah. “Kalau kalian tidak mendengarkan kami, kami akan melakukan penyerangan besar dan kalian semua akan merasakan akibatnya” itu lah salah satu contoh bentuk pemerasan yang dilakukan oleh teroris. Tidak berbeda dari zaman dahulu, pada saat ini pun teroris melakukan pemerasan dalam setiap aksinya.

ð  Apa Yang Mereka Inginkan ?


Para teroris biasanya meminta tuntutan (permintaan) politik. Misalnya, mereka menginginkan kemerdekaan negaranya, pembebasan seorang tahanan, ingin menguasai wilayah atau negara tetangga atau pergantian kepemimpinan dalam pemerintahan.  Tuntutan mereka biasanya selalu diiringi dengan perlawanan yang tidak dapat dibenarkan sama sekali. Orang-orang yang tidak bersalah menjadi korban pembantaian yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan tuntutan para teroris. Karena itulah, pemerasan para teroris ini tidak pernah berhasil sepenuhnya. Meskipun orang-orang ketakutan, namun mereka menolak untuk menyerah kepada ketakutan itu.


“Apakah semua teroris adalah kaum Muslim ?”


Pada 11 September 2001, terjadi sebuah aksi terorisme yang paling mengerikan di abad 20 dan memakan banyak korban jiwa: 3.000 orang meninggal akibat penyerangan di World Trade Center, New York. Sejak saat itu, masih banyak ancaman yang dilakukan oleh Al-Qaeda, sebuah oraganisasi yang menyatakan diri bertindak atas nama Islam. Namun, hati-hati! Al-Qaeda hanya mewakili sekelompok kecil kaum Muslimyang memiliki pemikiran ekstrem dan munkin saja sebenarnya para anggota Al-Qaeda bukanlah seorang Muslim. Mayoritas kaum Muslim lainnyajuga merasa ketakutan karena terorisme. Islam tidak sama dengan terorisme.

Lagi pula terorisme sudah ada jauh sebelum munculnya Al-Qaeda. Sebelumnya, telah ada  “Brigade” anarkis, teroris Irlandia, gerakan Basque merdeka, Pasukan Hitler, Gerakan Aceh Merdeka, Gerakan Papua Merdeka, dan bentuk teoris yang lain seperti penjajahan. 



 “Sebuah kisah dari Martin Luther King dan senjatanya : anti kekerasan !“

Martin Luther King
 Sebelum tahun 1950, hukum di Amerika Serikat mengatur bahwa kedudukan kaum kulit hitam berada dibawah kulit putih. Untuk melawan untdang-undang ini, dibentuklah sebuah kelompok teroris “The Black Panther” . Namun tindakan mereka malah membuat pemerintah makin membenci kaum kulit hitam.

Akhirnya seorang pendeta berkulit hitam, Martin Luther King, memutuskan untuk bertindak tanpa kekerasan, dengan mendirikan organisasi perdamaian. Para polisi kesulitan untuk menyingkirkan para demonstran yang menolak untuk bergerak. Akibatnya, mereka harus di angkut seperti orang lumpuh. King juga memiliki ide lain, saat itu ada undang-undang yang melarang orang kulit hitam duduk disebelah orang kulit putih di dalam bus. Melihat kondisi ini, King menyuruh kaum kulit hitam maupun kulit putih yang setuju dengannya untuk duduk bersama didalam bus. Presiden Amerika akhirnya mengabulkan keinginannya dan menghapus undang-undang yang sangat keji itu.


Sekian dulu artikel saya, semoga bisa bermanfaat untuk para pembaca sekalian. jika ada slah-salah penulisan mohon dimaafkan dan dibenarkan.

TERIMA KASIH

4 comments:

ASAZ mengatakan...

teroris kejahatan yng sangat susah diberantas karena berhubungan dengan ideologi serta biasanya frofesional

JIMMY mengatakan...

to asaz = teroris udah kayak penyakit kanker yang sulit di sembuhkan, jikapun di suatu tempat sudah sembuh namun dia udah menjangkit di tempat lain...:(

terima kasih sudah mampir

Nusantara Post mengatakan...

teroris ada karena aspirasinya tersumbat , mereka takut menyampaikan unek-uneknya karena takut diproses oleh penegak hukum , sehingga timbul demdam dan selanjutnya merencanakan melakukan perlawanan untuk melawan negera dengan etikat jihat
oleh karena aspirasi yang disampaikan oleh rakyat jangan dianggap negetaif tetapi terima laha sebagai masukan untuk menyenangkan hati rakyat dan masukkan itu harus dilakukan koordinasi dari instasnsi terkait

Nusantara Post mengatakan...

pemerintah harus belajar dengan pemerintahan yang lalu , apa yang terjadi oleh rakyat harus dilakukan evaluasi , masukkan yang disampaikan rakyat adalah bernilai positif karena mereka mau menyampaikan aspirasinya , jika pemerintah selalau membatasi aspirasi rakyat , tidak tertutup kemungkinan mereka akan marah dan menyalurkan unek-unek dengan balas demdam melalui Terorisme dan premasnisme . tugas aparat hanyalah mengamankan , melindungi dan menerima aspirasi mereka itu selanjut pemerintah bahas dan tindak lanjuti dengan proses yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku , bukan sebaliknya rakyat menyamapikan aspirasinya lalu ditangkap dan diproses hukum. kita harus belajar pada pemerintahan jaman ORBA ,rakyat tidak dapat berkreasi , beroganisasi, beraspirasi dan berber lainya, mereka selalu terbelenggu ketakutan sehingga muncul yang namanya Reformasi , kita berharap agar tidak ada reformasi yang kedua lagi .

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates