Senin, 19 September 2011

Kisah Gadis Yang Selamat dari Pembantaian

Sebagian dari Anda mungkin belum tau tentang kejadian pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh kelompok orang yang berseragam militer. Pembantaian ini dialami oleh sekelompok penumpang bis yang akan menuju ke kota Karbala 90 km dari Baghdad pada tanggal 13 September 2011. Dibalik kejadian mengerikan itu timbul nama seorang gadis cantik bernama Tabarak Thaer yang masih berusia 10 tahun yang selamat dari kejadian naas itu.

Tabarak Thaer
Gadis ini mulanya akan berwisata sekaligus berziarah dikota suci Karbala. Tabarak pergi bersama kakek-nenek, dua bibinya, dan kakak laki-laki-perempuannya. Perjalanan itu merupakan perjalanan pertamanya keluar dari kawasan Irak yang mengerikan. Menurut cerita, Tabarak dan keluarga hendak pergi ke Karbala untuk merayakan kesuksesan Tabarak mengerjakan ujian sekolah musim panas. Mereka pergi dengan menggunaan bus yang berisi  40 penumpang.


Meskipun para penyerang mengenakan pakaian militer dan pada mulanya hanya berkata untuk memeriksa bus, namun Tabarak merasakan adanya bahaya pada saat itu. Saat para penyerang itu menyuruh para enumpang untuk memberikan alat komunikasi, Tabarak dengan sigap menyembunyikan ponsel miliknya didalam sepatu. “Mereka menyatakan bahwa mereka akan membantu kami, namun aku merasa curiga.” Kata Tabarak dalam sebuah wawancara. “Ketakutanku mulai memuncak saat mereka mulai berteriak kepada para wanita” Lanjutnya.
Lokasi Karbala

Menurut kesaksian Tabarak, para penumpang laki-laki disuruh untuk turun dari bus. Sang kakek yang pada mulanya disuruh untuk turun dari bus, diizinkan kembali untuk menaikin bus. Tabarak mendengar suara mereka yang diluar menangis meminta tolong, namun “satu-satunya jawaban yang mereka terima hanyalah Fitnah” terang Tabarak . Setelah 30 menit berselang, muncul bunyi tembakan yang berbunyi secara teratur. “Aku tambah panik saat mendengar bunyi tembakan pertama kali.” kata Tabarak. “Aku hanya berfikir bahwa aku akan menjadi korban selanjutnya dan aku sangat cemas pada saat itu.” Terangnya. Usai terjadi penembakan yang mengakibatkan 22 orang tewas tersebut, mereka kemudian dibiarkan melanjutkan perjalanan. 

Para penumpang yang selamat mulai berdiskusi bagaimana caranya untuk melaporan kejadian itu kepada pihak berwajib. Saat itulah Tabarak berkata pada mereka bahwa ia menyimban ponsel di dalam sepatunya dan kemudian menyerahkan ponsel tersebut kepada sang kakek untuk meminta bantuan. Beberapa jam kemudian, tentara patroli Irak mereka yang selamat dan korban selamat ini pun dibawa kembali ke Karbala. “Ini perbuatan yang mengagumkan dan brilian dari cucu saya. Dia menyelamatkan kami semua dari nasib buruk.” Aku sang Kakek Tabarak Mohammed Ali (65th). “Saya tidak akan pernah melewati jalan ini lagi, tidak akan pernah.” , “Saya akan menggunakan jaur udara jika ingin bepergian eluar negeri.” Katanya. Ali sangat sedih melihat perjalanan yang mulanya untuk memberi hadiah kepada Tabarak, malah menjadi mala petaka yang amat sangat sadis. “Tapi perjalanan ini berakhir dengan tragedi.” Lanjutnya.
Muhammed Ali (Kakek Tabarak) dan kakak Tabarak
 Itulah sepenggal kisah kekerasan yang terjadi di sebuah negara. Masih banyak kisah tragis yang dialami seorang anak kecil di seluruh dunia termasuk Indonesia. Akan kah kita masih ingin hidup dilingkungan yang mengerikan dan mengakibat kesengsaraan bagi anak-anak ini??. Ini merupakan pelajaran buat kita untuk selalu menjaga tali persaudaraan dan tenggang rasa antar bangsa dan agama. Semoga artikel yang saya tulis bisa bermanfaat dan menjadi masukan bagi Anda.

TERIMA KASIH

Sumber :

3 comments:

Aji Prast mengatakan...

Perang memang memberi penderitaan yang amat sangat untuk warga sipil, terutama juga untuk anak-anak. Artikel yang menyentuh.

Baca juga artikel saya tentang kelaparan di Somalia .. Karena Kemarau Kami Kelaparan

JIMMY mengatakan...

iya terima kasih sudah komentar di artikel saya..
perang seharusnya ditiadakan di muka bumi ini..

pulsa-artistarefill mengatakan...

Mengerikan...

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates