Tampilkan postingan dengan label islam bukan teroris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam bukan teroris. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2011

Mengapa Ada Agama ?


Di seluruh dunia, terdapat banyak agama yang dianut oleh umat manusia dan setiap agama memiliki cara yang sama dalam mencari Tuhan. Saat ini, agama terbesar di dunia adalah nasrani atau kristiani dan yang terbesar kedua adalah Islam. Dan ada juga penduduk dunia yang beragama lain dan ada pula yang tidak percaya pada Tuhan. Namun, semuanya bebas untuk memilih kepercayaan.

Sejak Zaman Gua

Sejak zaman prasejarah, manusia telah mengukur simbol-simbol di dinding gua. Mereka percaya bahwa lukisan-lukisan magis itu bisa membantu mereka untuk mendapatkan hewan buruan. Di zaman itu pula mereka sudah memakamkan orang-orang mati bersama dengan benda-benda dan makanan. Melalui hal ini, terlihat bahwa mereka percaya akan adanya kehidupan setelah kematian. Inilah tanda-tanda agama pertama di dunia.

Tuhan Menjawab Pertanyaan-Pertanyaan Besar

Pada setiap zaman dan daerah yang berada di dunia, manusia selalu menanyakan satu pertanyaan besar : dari mana asal manusi ? Apa yang akan terjadi setelah kematian ? Bagaimana perbedaan tentang hal yang baik atau yang buruk ?. dan banyak orang percaya bahwa ada satu atau banyak Tuhan yang menciptakan manusia, mengajarkan cara bertindak, dan menyambut menyambut mereka selepas kematian. Ada juga kelompok masyarakat yang mencintai alam atau membayangkan dewa dan dewi yang mirip manusia.

 
Berkomunikasi Dengan Tuhan

Agar dapat berkomunikasi dengan Tuhan, orang-orang memilih imam yang bertindk sebagai perantara (seperti dukun atau raja pada zaman dahulu atau usztad dan pendeta saat ini). Para imam ini menciptakan doa-doa untuk berbicara dengan Tuhan. Mereka membangun tempat khusus agar orang-orang dapat berkumpul untuk berdoa (mesjid atau gereja saat ini).

Ada Yang Tidak Percaya

Sejak zaman dahulu kala, manusia memiliki agama. Namun, sejak ribuan  yang lalu, ada sekelompok orang yang tidak lagi percaya kepada Tuhan atau orang-orang yang mengira mereka adalah Tuhan. Mereka adalah orang-orang ateis: mereka menganggap bahwa kecerdasan manusia sudah cukup untuk memahami dunia. orang ateis percaya bahwa tidak ada kehidupan setelah kematian.

Bebas Untuk Memilih

Pada zaman itu, semua penduduk memiliki agama yang sama dengan raja dan kaisar mereka. Siapa yang beragama lain harus diam, pergi, atau mati! Sekarang, di seluruh dunia sudah ada peraturan yang menyerukan tentang kebebasan beragama. Setiap orang bebas menentukan kepercayaannya masing-masing sesuai hati nurani tanpa adanya paksaan.


“Munculnya Agama Monoteis”

Semua agama mengatakan hal yang berbeda mengenai Tuhan. Yahudi, Kristen, dan Islam adalah contoh agama monoteis: mereka percaya bahwa hanya ada satu Tuhan dan Dia berbicara kepada Manusia. Ketiga agama ini mengajarkan hal yang berbeda walaupun maksud dan tujuannya sama. Kaum Yahudi hidup berdasarkan hukum yang diturunkan oleh Allah melalui Nabi Musa A.S dalam kita Taurat dan menunggu datangnya Mesias yang di kirimkan oleh Allah. Penganut Kristen percaya bahwa Allah telah mengirimkan hambaNya: kaum evangelis mempercayai kisah anak ini, Yesus, yang menjadi penyelamat dunia. Umat Kristen menjalankan hidupnya dengan hukum-hukum yang di turunkan oleh Allah kepada Nabi Isa A.S atau Yesus Kristus dalam kitab Injil. Kaum Muslim pecaya bahwa Allah telah menyampaikan hukum-hukumNya melalui nabi terakhir: Nabi Muhammad SAW; hukum-hukum ini disebut Al-Quran.

Kaum Muslimin berkumpul di mesjid atau musholla untuk berdoa dan menyembah Tuhan. Kaum Kristen berkumpul di gereja untuk berdoa dan menyembah Tuhan. Kaum Yahudi berkumpul di sinagoge untuk berdoa kepada Tuhan. Walaupun, ketiga agama ini memiliki kitab, tempat ibadah, dan cara berdoa yang berbeda-beda, tetapi tujuan doa mereka adalah sama yaitu untuk Tuhan YME. 


Sekian dulu nih artikel dari saya semoga bermanfaat dan menambah ilmu para pembaca sekalian. jika ada salah-salah kata mohon dimaafin yaa dan tolong di perbaikin ^^.

TERIMA KASIH

Selasa, 25 Oktober 2011

Mengapa Ada Teroris?


Teroris merupakan sosok manusia yang sangat meresahkan dan sudah patutnya diberantas dan dihukum seberat-beratnya. Teroris-teroris ini tidak segan untuk mengobankan teman, keluarga, dan anak kecil untuk melampiaskan keinginannya yang sesat dan tidak manusiawi. Di Indonesia kemunculan teroris sudah sangat lama dan sampai sekarang masih saja belum terselesaikan. Karena ulah teroris inilah ekonomi negara kita hampir hancur dan semua orang asing takut untuk datang ke Indonesia. Selain itu, warga negara Indonesia sendiri sampai tidak berani kemana-mana karena takut terkena bom.

Berikut yang perlu kita ketahui tentang Teroris:


ð  Strategi Teror

Dalam kata terorisme, ada kata “Teror”. Para teroris melakukan teror agar seluruh manusia di dunia diliputi oleh ketakutan. Mereka melakukan serangan bom di tempat-tempat umumagar bisa melukai banyak orang. Mereka juga menyandera dan bisa saja membunuh orang-orang tidak bersalah yang dipilih secara acak. Cara ini adalah cara radikal untuk mendapatkan perhatian banyak orang. Semua orang pasti akan merasa takut dan berpikir: “Bisa saja saya yang akan menjadi korban berikutnya”.

ð  Pemerasan

Terorisme sudah ada sejak abad ke-19. Sebelumnya sudah ada pembunuhan yang besifat politis; raja atau menteri yang dibunuh oleh kaum pemberontak yang membenci pemerintahan. Teroris saat itu tahu bahwa car terbaik untuk mengguncangkan kekuasaan adalah dengan menyerangnya secara brutal. Akibatnya, terjadilah pemerasan yang membuat negara goyah. “Kalau kalian tidak mendengarkan kami, kami akan melakukan penyerangan besar dan kalian semua akan merasakan akibatnya” itu lah salah satu contoh bentuk pemerasan yang dilakukan oleh teroris. Tidak berbeda dari zaman dahulu, pada saat ini pun teroris melakukan pemerasan dalam setiap aksinya.

ð  Apa Yang Mereka Inginkan ?


Para teroris biasanya meminta tuntutan (permintaan) politik. Misalnya, mereka menginginkan kemerdekaan negaranya, pembebasan seorang tahanan, ingin menguasai wilayah atau negara tetangga atau pergantian kepemimpinan dalam pemerintahan.  Tuntutan mereka biasanya selalu diiringi dengan perlawanan yang tidak dapat dibenarkan sama sekali. Orang-orang yang tidak bersalah menjadi korban pembantaian yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan tuntutan para teroris. Karena itulah, pemerasan para teroris ini tidak pernah berhasil sepenuhnya. Meskipun orang-orang ketakutan, namun mereka menolak untuk menyerah kepada ketakutan itu.


“Apakah semua teroris adalah kaum Muslim ?”


Pada 11 September 2001, terjadi sebuah aksi terorisme yang paling mengerikan di abad 20 dan memakan banyak korban jiwa: 3.000 orang meninggal akibat penyerangan di World Trade Center, New York. Sejak saat itu, masih banyak ancaman yang dilakukan oleh Al-Qaeda, sebuah oraganisasi yang menyatakan diri bertindak atas nama Islam. Namun, hati-hati! Al-Qaeda hanya mewakili sekelompok kecil kaum Muslimyang memiliki pemikiran ekstrem dan munkin saja sebenarnya para anggota Al-Qaeda bukanlah seorang Muslim. Mayoritas kaum Muslim lainnyajuga merasa ketakutan karena terorisme. Islam tidak sama dengan terorisme.

Lagi pula terorisme sudah ada jauh sebelum munculnya Al-Qaeda. Sebelumnya, telah ada  “Brigade” anarkis, teroris Irlandia, gerakan Basque merdeka, Pasukan Hitler, Gerakan Aceh Merdeka, Gerakan Papua Merdeka, dan bentuk teoris yang lain seperti penjajahan. 



 “Sebuah kisah dari Martin Luther King dan senjatanya : anti kekerasan !“

Martin Luther King
 Sebelum tahun 1950, hukum di Amerika Serikat mengatur bahwa kedudukan kaum kulit hitam berada dibawah kulit putih. Untuk melawan untdang-undang ini, dibentuklah sebuah kelompok teroris “The Black Panther” . Namun tindakan mereka malah membuat pemerintah makin membenci kaum kulit hitam.

Akhirnya seorang pendeta berkulit hitam, Martin Luther King, memutuskan untuk bertindak tanpa kekerasan, dengan mendirikan organisasi perdamaian. Para polisi kesulitan untuk menyingkirkan para demonstran yang menolak untuk bergerak. Akibatnya, mereka harus di angkut seperti orang lumpuh. King juga memiliki ide lain, saat itu ada undang-undang yang melarang orang kulit hitam duduk disebelah orang kulit putih di dalam bus. Melihat kondisi ini, King menyuruh kaum kulit hitam maupun kulit putih yang setuju dengannya untuk duduk bersama didalam bus. Presiden Amerika akhirnya mengabulkan keinginannya dan menghapus undang-undang yang sangat keji itu.


Sekian dulu artikel saya, semoga bisa bermanfaat untuk para pembaca sekalian. jika ada slah-salah penulisan mohon dimaafkan dan dibenarkan.

TERIMA KASIH

Template by:

Free Blog Templates