Kamis, 02 Februari 2012

Orang Batak Lolos Dari Kekejaman NAZI


Sejarah kekejaman Nazi memang sudah sangat diketahui oleh seluruh orang didunia. Hitler yang merupakan pembenci kaum Yahudi dan juga peminpin Nazi dikenal sangat kejam dan brutal terhadap kaum Yahudi. Namun Tahukah Anda bahwa ada seorang anak bangsa yang sempat menderita karena kekejaman Nazi?? Parlindungan Lubis adalah orang Indonesia yang sempat merasakan kekejaman Nazi yang kemudian bisa selamat dari kematian.

Didalam tubuh Parlindungan Lubis, tidak setetes pun mengalir darah Yahudi. Dia Batak tulen dari Mandailing. Namun kenyataannya, dia harus mendekam selama lima tahun di kamp konsentrasi NAZI , dan masih beruntung bisa keluar dari tempat penyiksaan dan pembantaian yang sadis tiada tandingannya itu. Lubis mengisahkan pengalamannya yang luar biasa itu dalam sebuah otobiografi. Sudah agak lama beredar  namun buku tersebut masih tetap aktual sampai sekarang.


Pasalnya, dialah satu-satunya orang Indonesia yang mengalami langsung hari-hari mencekam di kamp konsentrasi Nazi. Tempat pembantaian yang mengerikan itu sengaja dibangun untuk mewujudkan impian gila Hitler, yaitu memusnahkan etnis Yahudi, kaum gay, orang-orang cacat, gipsi dan Saksi Jehovah.
LUBIS berangkat ke Negeri Belanda untuk belajar Kedokteran, setelah lulus Kandidat I di Betawi (begitu dia menuliskannya). Semasa di Betawi, ia sempat aktif di Jong Islamieten Bond dan Jong Batak, yang kemudian bersama perhimpunan mahasiswa lain (selain Jong Java) bersatu membentuk PPPI dan Indonesia Moeda. Di Leiden, tak lama ia direkrut Perhimpoenan Indonesia. Sepeninggal Hatta cs, PI bersifat kekirian, dengan garis Stalinis yang jelas. Sempat Lubis menjadi ketua, selama 3 tahun, dan membawa PI ke arah yang tak begitu kiri. Kerjasama dengan Partai Komunis Belanda dihentikan, lalu bekerjasama dengan Partai Sosialis (SDAP).

Kemudian PD II pecah. Mei 1940, saat Jerman bergerak ke barat, Belanda menyerah nyaris tanpa perlawanan. Dan bahkan kemudian kehidupan masih tampak normal dalam pendudukan Jerman. Sebelum serangan Jerman pun, partai NSB yang pro Jerman pernah memperoleh suara cukup besar (separuh suara) dari rakyat Belanda. Selama pendudukan Jerman ini, Lubis sempat menyelesaikan kuliah di Leiden, lalu menikah di Haarlem, menjajagi bekerja di Utrecht, dan akhirnya membuka praktek di Amsterdam. Tapi kemudian, 26 Juni 1941, dua orang reserse Belanda menjemputnya. Loebis dipenjarakan, dan kemudian dipindahkan ke Kamp Konsentrasi.


Baru pada tahun 1945, Lubis mengetahui alasan penahanannya:

Ternyata Jerman sedang membuka front baru melawan Sovyet, dan para aktivis gerakan pro komunis ditakutkan menjadi partisan di belakang front). Kamp Konsentrasi yang pertama dihuni adalah Kamp Schoorl. Di sini, tawanan belum disuruh bekerja, tetapi hanya disuruh apel dan berolah raga. Kemudian seluruh isi kamp ini digabungkan ke Kamp Amersfoort. Di sini, tawanan memperoleh perkerjaan konstruksi, termasuk memasang kawat berduri. Juga mulai sering disiksa secara kejam, baik oleh orang Jerman, maupun terutama oleh orang NSB.

Lubis kemudian dipindahkan ke Kamp Buchenwald di Jerman. Di sini Lubis mulai kehilangan harapan untuk dibebaskan, kecuali perang berakhir dengan kekalahan Jerman. Ia memutuskan untuk hidup secara efisien dan tanpa hati, untuk bertahan hidup selama mungkin. Di Buchenwald, mereka membuka hutan di pegunungan berkabut, memecah batu, membuat barak, saluran air, listrik, bengkel, dll, selama 7 hari seminggu, 14 jam sehari. Tawanan sering dipukuli, bahkan hingga mati. Tawanan yang mengobrol ditembak.

Namun kemudian Lubis dipindahkan lagi, pada Oktober 1942, ke Sachsenhausen, ke instalasi pabrik pesawat perang Heinkel. Di sini situasi lebih baik. Kamp lebih difokuskan pada pekerjaan teknis, biarpun kekejaman masih berlangsung, dan menyita nyawa manusia segala bangsa di sana. Kali ini, dia ditugaskan sebagai dokter kamp, sehingga tugasnya lebih ringan. Lubis jarang mengulas tentang Yahudi. Ia beralasan bahwa barangkali para Yahudi dipisahkan, dan ditempatkan di kamp tersendiri. Atau barangkali … entahlah. Saat akhirnya pasukan sekutu berhasil masuk ke Jerman, Kamp kacau.

Para tawanan dan penjaga membentuk barisan tak teratur yang terus bergerak ke barat. Tawanan yang keluar barisan langsung ditembak di belakang kepala. Tapi banyak juga penjaga yang juga lari memisahkan diri. Mereka akhirnya berhenti di kampung Grabouw. Sempat barisan dari kamp lain bergabung. Dan akhirnya tentara Russia masuk juga ke kampung itu. Mereka resmi lepas dari tawanan. Tapi perlu waktu untuk memulihkan diri, dan mencari cara untuk lepas dari kawasan Russia, menyeberangi sungai Elbe, masuk ke kawasan Sekutu Barat, dan akhirnya kembali ke Belanda dengan kereta ke Maastricht, lalu naik mobil ke keluarganya di Amsterdam.


Namun, kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, dan pada akhir 1945, berita itu mulai terdengar masyarakat Indonesia di Belanda. Lubis dkk langsung menyatakan diri bagian dari Republik Indonesia yang merdeka, dan kekikukan kemudian terjadi lagi. Sempat ada Kongres Pemuda Demokrat Sedunia di Cekoslovakia, dan Loebis ingin menghadiri kongres ini, atas nama Indonesia. Tentu Belanda tak memberikan pass, tetapi atas bantuan Inggris, dia bisa berangkat. Sambutan untuk Indonesia amat meriah, membuat berang para pemuda Belanda. Lubis kembali ke Belanda menumpang tim Belgia. Pemerintah Belanda akhirnya memperbolehkan orang Indonesia kembali ke negerinya. Namun dengan status sebagai NICA. Banyak yang mengira bahwa ini adalah support yang baik, karena tidak menyadari bahwa NICA justru memusuhi Pemerintah Indonesia Merdeka. Lubis sempat menyadari, dan memberi peringatan kepada lainnya.

Namun saat ia bertolak pulang, ia diberi juga pangkat Mayor NICA, yang tentu ia tolak. Ia mengambil status sebagai dokter kapal, dan dalam status itu sempat menyelundupkan Dr Setia Boedi (Douwes Dekker) kembali ke Indonesia. Di Indonesia, Lubis meneruskan karir sebagai dokter, dan menolak berpolitik. Bekerja sebagai dokter di PT Timah, Belitung. Zaman kaum komunis Indonesia bangkit, Lubis difitnah dan dipensiunkan dini, karena dianggap tak mau mendukung kaum komunis. Tapi ia tetap tinggal di Belitung. Saat istrinya meninggal, baru ia pindah ke Jakarta. Lubis meninggal di ujung tahun 1994, nyaris tanpa perhatian dari bangsa kita.

Sekian dulu kisah sejarah kelam tentang apa yang dialami oleh Parlindungan Lubis, warga negara Indonesia yang berhasil lolos dari maut karena kekejaman Nazi. Semoga artikel saya ini bisa memberikan ilmu dan pembelajran tentang sejarah bagi para pembaca sekalian. Mohon maaf jika ada salah-salah kata dalam penulisan.

TERIMA KASIH

Sumber Gambar : Indowebster

Rabu, 01 Februari 2012

Tips Mencukur Bulu Kaki dengan Benar


Bulu kaki yang terlalu lebat memang bisa mengganggu penampilan Anda. Saat ini banyak perawatan yang dapat menghilangkan bulu, namun kebanyakan harus dilakukan di salon. Sedangkan Anda tidak memiliki waktu untuk mendatangi salon khusus penghilang bulu.

Cara konvensional yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bulu kaki adalah dengan mencukurnya, namun kekurangan dari teknik pencukuran atau shaving adalah bulu cepat tumbuh kembali. Nah, supaya bulu-bulu yang mengganggu lambat pertumbuhannya, ikuti lima tips berikut ini, seperti dilansir eHow. Tips perlambat pertumbuhan rambut ini, juga berlaku untuk bulu ketiak.

      1.  Basahi Kaki dengan Air Hangat

Sebelum memulai mencukur basahi kaki dengan air hangat agar pori-pori terbuka. Setelah itu, Anda bisa menggunakan krim cukur atau kondisioner rambut yang diusapkan ke kaki. Fungsinya untuk mencegah kulit kaki teritasi dan membuat bulu-bulu lebih mudah terangkat. Jangan mencukur saat kaki kering, karena bisa melukai kaki.
 
      2.  Cukur dari Bawah ke Atas Kaki


Melakukan pencukuran bulu berlawanan arah pertumbuhan rambut dapat memperlambat pertumbuhan rambut halus di kaki. Hal itu karena, bulu-bulu dapat terangkat sempurna. Selain itu, yang perludiperhatikan adalah jangan mencukur terlalu cepat dan keras karena akan mengakibatkan luka dan munculnya jerawat-jerawat kecil.

      3.  Pilih Alat Cukur yang Memiliki 3 Silet


Biasanya cukuran hanya memiliki satu atau dua silet saja, agar lebih efektif gunakan cukuran yang memiliki tiga bilah silet. Memang harganya bisa sedikit lebih mahal, namun hasil yang diberikan cukup memuaskan.

      4.  Pisau Cukur Harus Tajam

Pisau cukur harus sering diganti jika sudah terasa tumpul. Pisau yang tumpul, selain tidak memberikan hasil maksimal dapat menciderai kulit kaki.

      5.  Kedelai


Bahan makanan yang dapat memperlambat pertumbuhan bulu adalah kedelai. Kedelai mengandung fitoestrogen, yang bekerja seperti estrogen. Hormon estrogen dapat menghambat testosteron, yang membuat bulu tidak diinginkan tumbuh lebih cepat. Untuk itu banyaklah mengonsumi makanan yang mengandung kedelai seperti tempe, tahu dan kecap.

Sekian dulu nih artikel saya tentang bulu-bulu kaki. Sepertinya artikel ini sangat cocok untuk para perempuan yang suka risih dengan bulu-bulu dikakinya. Semoga artikel saya ini bisa bermanfaat untuk para pembaca sekalin. Mohon maaf ya jika ada salah-salah kata dalam penulisan.

TERIMA KASIH

Sumber Referensi : http://www.wolipop.com/

Template by:

Free Blog Templates